Senin, 26 Oktober 2009

kumpulan Khotbah dan Liturgi

DAFTAR ISI

Hal.
Kata Pengantar………………………………………………… 2
Khotbah Advent I…………………………………………… 3
Khotbah Advent II…………………………………………. 5
Khotbah Advent III…………………………………………. 7
Khotbah Advent IV…………………………………………. 10
Khotbah Natal ………………………………………………. 14
Khotbah Akhir Tahun……………………………………….. 18
Khotbah Tahun Baru…………………………………………. 22
Liturgi Natal Yesus: Pemuda GMIH………………………….. 26
Liturgi Natal Yesus: Remaja Sekolah Minggu………………… 28
Liturgi Natal Yesus: Jemaat……………………………………. 32
Drama Natal: Remaja Sekolah Minggu………………………… 36
Kumpulan Puisi…………………………………………………. 40


KATA PENGANTAR
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Pertama-tama kami mengucapkan selamat baku dapa di RAKERTA GMIH V di Wilayah Pelayanan Weda, semoga kasih karunia dan damai sejahtera Yesus Kristus menyertai kta.
Sehubungan dengan pelaksanaan Dies Natalis STT GMIH yang ke 39 pada 28 Januari 2007, maka Panitia dalam rangka memenuhi kebutuhan Dies dan Lembaga Pendidikan ini, menawarkan kepada bapak, ibu dan saudara-saudara sebuah paket Natal yang di dalamnya berisi khotbah dari minggu Advent pertama sampai dengan Tahun Baru, Liturgi Natal dan Puisi Natal.
Apa yang diupayakan oleh Panitia ini, janganlah dilihat sebagai saingan terhadap upaya dari Bidang Pembinaan Warga Gereja (BPWG) dalam rangka menerbitkan khotbah-khotbah. Tetapi usaha dari Panitia ini adalah bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi dan suatu panggilan untuk menyatakan bahwa STT adalah bagian dari GMIH. Karena itu seluruh jemaat dan wilayah terpanggil berpartisipasi di dalam menghidupkan dan mengembangkan Lembaga ini.
Dalam hubungan dengan panggilan itu kita semua diingatkan bahwa sesuai Kalender Liturgi Gereja jatuh pada Minggu, 3 Desemberr 2006 titik Advent yang mengingatkan kita tentang Sang Juruselamat yang sudah datang, yang bersama-sama dengan kita dan yang akan datang.
Semoga paket Natal Panitia sangat bermanfaat bagi bapak, ibu pelayan dalam rangka mempersiapkan khotbah dan liturgi pada hari-hari dimaksud.
Salam Panitia
Pdt. O. May, M.Si Ricardo Nanuru, S.Si
Ketua Sekretaris
DAMAI ITU INDAH
YESAYA 2 : 1 -5 (Adven I)

Sering kita baca atau dengar ada kalimat yang mengatakan “damai itu indah”, apalagi pada saat pasca kerusuhan yang menimpah kita semua di tahun 1999-200. tak heran jika kalimat ini sering diucapkan ketika berbagai upaya rekonsiliasi dilakukan. Kalimat ‘damai itu indah’ bukan saja sebagai ungkapan yang enak didengar melainkan sebagai ungkapan penyadaran kepada kita semua bahwa hidup dalam kedamaian adalah sesuatu yang sangat indah. Kita semua tentu tahu bagaimana itu situasi damai dan indah. Damai berarti tidak ada permusuhan, penganiayaan, dan pembunuhan. Sedangkan indah dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang aman, tentram dan sedap dipandang mata.
Saudara …
Kalau kita membaca perikop Yesaya 2:1-5 dengan baik, maka dibenak kita muncul pemikiran bahwa bangsa Yehuda dan Yerusalem tidak berada dalam keadaan yang damai dan indah. Mereka selalu menjauhkan diri dari Allah dan menyembah dewa-dewa, dalam praktek hidup sehari-hari mereka tidak melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah. Sehingga Allah memberikan mereka pesan sebagaimana yang disampaikan oleh nabi Yesaya. Yesaya memberikan gambaran tentang kemuliaan Sion dihari-hari mendatang. Bukit Sion merupakan bukit yang sangat tinggi dan di sanalah Tuhan Allah akan bersemayam. Oleh sebab itu segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana untuk mendengar pengajaran tentang hukum-hukum-Nya untuk kehidupan terutama di bidang ibadah dan etika.
Dunia akan dibarui melalui ketaatan dan ibadah yang benar kepada Tuhan Allah. Dan bangsa-bangsa akan menyesal karena mereka telah menyembah allah yang sia-sia belaka. Nubuat seperti ini juga dapat dibaca dalam Mikha 4:1-3 yang juga menceritakan bahwa di kota Allah itu, Tuhan sendiri akan menjadi hakim yang mengadili bangsa-bangsa dengan adil dan benar sehingga akan timbul situasi yang aman, damai sejahtera yang sempurna di antara bangsa-bangsa. Dan semua senjata-senjata perang akan ditiadakan dan dilebur menjadi alat-alat pertanian. Dalam ayat 5 berisi seruan nabi Yesaya kepada keturunan Yakub (Yehuda) agar jangan mau ketinggalan dari suku-suku dan bangsa-bangsa yang berduyun-duyun naik ke Sion untuk berjalan dalam terang Tuhan, artinya mau sungguh-sungguh bertobat. Bagi keturunan Yakub tidak ada jalan lain untuk memperoleh keselamatan karena di luar Tuhan hanya ada kekacauan, kegelapan dan maut.
Saudara …
Sion yang digambarkan dari ayat 1-5 di atas hanya dapat dibuktikan melalui kedatangan Yesus Kristus di Betlehem oleh Maria. Yesus datang ke dunia untuk menyatakan Sion yang telah dinanti-nantikan oleh bangsa Yehuda dan Yerusalem oleh karena mereka telah berjalan dalam dosa. Ia datang untuk memperbaiki hubungan antara Allah dan manusia yang telah rusak karena peristiwa di taman Eden dengan jalan Ia harus mati di kayu salib. Oleh sebab itu, kita sebagai pengikut-pengikut Kristus yang hidup di zaman sekarang, marilah kita menyambut kedatangan Yesus bukan yang lahir di Betlehem melainkan yang akan datang kembali pada kali yang kedua. Karena sering yang kita lakukan ketika kita menginjakan kaki di minggu Adven maka yang ada dalam benak kita semua hanyalah kepada Yesus yang lahir di Betlehem, padahal Adven tidak hanya berarti kedatangan di Betlehem melainkan kedatangan setelah peristiwa di Golgota. Oleh sebab itu, hendaklah kita merubah kebiasaan kita dengan bukan saja mengingat kedatangan Yesus di Betlehem saja melainkan mengingat juga kedatangan-Nya yang kedua kali yang akan membawa damai bagi Dunia. AMIN.
By. Lely Mandang

Tunas Baru yang Menghidupkan
YESAYA 11 : 1 – 10 (Adven II)


Sehelei baju yang sudah tua jika sobek harus ditambal atau ditempel dengan kain yang lain, agar dapat dipakai lagi. Walaupun sobekannya sudah ditambal/dijahit tapi tetap saja baju itu kelihatan tua, tidak dapat berubah menjadi baru. Iman kita yang mudah rapuh ibarat baju tua yang sobek mesti ditambal supaya dapat dipakai lagi tapi tetap saja tua. Iman kita seharusnya dapat dibaharui seluruhnya sehingga kita pun benar-benar percaya seutuhnya pada kemuliaan Sang Pencipta.
Saudara-saudara,
Berbicara soal iman kepercayaan, Yesaya pun adalah salah seorang nabi yang menekankan pentingnya iman-kepercayaan. Ketika bangsa Yehuda, kerajaan Israel Selatan diancam oleh Asyur negara tetangga yang sangat kuat, ia tetap berseru supaya mereka percaya kepada Allah saja. Sebab bangsa Yehuda juga terkenal sebagai bangsa yang tidak taat dan tidak percaya kepada Allah. Karena itu, Yesaya menubuatkan kedatangan seorang Raja yaitu Mesias yang berasal dari keturunan Daud. Keturunan Daud diibaratkan seperti pohon yang sudah ditebang tapi tidak mati dan mengeluarkan tunas baru serta bertumbuh kembali. Isai adalah ayah Daud dan moyang semua raja Yehuda, dari tunggulnyalah muncul tunas baru. Dia yang datang sebagai tunas baru penuh dengan Roh Tuhan, Roh hikmat dan pengertian, roh nasehat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (ay.2). Ketika Roh Tuhan ada pada-Nya, dengan hikmat dan bijaksana keputusan diambil, sebagai Raja Ia datang memberi keadilan terhadap orang-orang yang tertindas (ayat.3-4).
Kedatangan Raja yang membawa damai sejahtera dilukiskan oleh Yesaya seperti binatang buas yang dapat hidup dengan binatang lainnya. Bayangkan saja jika serigala binatang buas yang sangat jahat akan tinggal bersama domba, macan tutul pun akan berbaraing di samping kambing. Dan juga binatang-binatang buas lainnya bisa berjalan beriringan dengan binatang lain yang sebenarnya adalah mangsanya sendiri, mangsa yang siap diterkam dan dimakan. Bahkan seorang bayi pun tidak akan apa-apa jika bermain dekat ular berbisa. Betapa damai, tidak ada permusuhan, perselisihan dan lain-lain, semua bisa hidup berdampingan antara yang satu dengan yang lainnya.
Saudara-saudara,
Ketika kita berada pada minggu Advend, minggu-minggu penantian kedatangan Yesus Kristus, apa yang bisa kita lakukan? Damai sejahtera adalah berita sukacita yang harus kita sampaikan pada semua orang sebagaimana Dia yaitu Kristus yang telah datang lebih dulu membawa damai. Dia yang lahir dalam kandang binatang namun kemuliaan-Nya tetap terpancar lewat keadilannya terhadap semua bangsa. Pelayanan-Nya membawa perubahan, bukan hanya di tempat kelahiran-Nya tapi bagi seluruh bangsa bahkan bagi kita yang ada di sini atau di mana saja kita berada. Dia adalah tunas baru yang terus bertumbuh untuk memberitakan keadilan.
Sebagai orang yang percaya pada-Nya kitapun dituntun untuk dapat bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik. Merubah cara hidup kita yang tidak benar, yang kurang taat dan kurang percaya kepada Allah. Membaharui seluruh hidup kita, tidak dengan setengah-tengah sehingga iman kita pun bukan iman yang ditambal-tambal/ditempel tapi menjadi baru seutuhnya. Pertanyaan bagi saudara-saudara, bagi kita semua, apakah kita akan terus mempunyai iman yang ditambal ataukah iman kita adalah iman yang seutuhnya yaitu iman yang percaya pada Yesus Kristus yang membaharui dan meneguhkan kita tiap-tiap saat?
Kiranya Yesus sebagai tunas baru pemberi hidup memampukan kita memiliki iman yang seutuhnya. AMIN. by Adelina Tassa

Setetes Air Kehiduidupan
YESAYA 35 : 1 – 10 (Adven III)
Pasal ini dimulai dengan gambaran puitisan yang berbeda sekali dari pasal sebelumnya. Hukum telah selesai dicurahkan dan tanah sudah menjadi kering dan merana. Akan tetapi, kini tiba-tiba terdengar suatu sukacita besar dan sorak sorai dari padang tandus yang sunyi itu! Masa anugerah Tuhan telah tiba yang memberi kehidupan yang baru!
Saudara-saudara …
Padang gurun yang disebutkan dalam bacaan kita saat ini menggambarkan situasi yang sunyi senyap, ia juga dikenal tempat yang rawan dan ditakuti oleh karena ada binatang-binatang buas dan penjahat-penjahat, setan-setan dan sebagainya. Dan selanjutnya disebut padang kering di mana tidak terdapat air sama sekali dan oleh karena itu tidak ada satu makhluk hidup yang hidup di sana akhirnya disebut juga padang belantara. Artinya tanah-tanah itu telah dirusak oleh musuh-musuh dan yang terkena hukuman Tuhan.
Tanah yang kering, sunyi dan menakutkan itu, tidak hanya akan diubah menjadi subur, melainkan menjadi taman bunga yang indah yaitu taman bunga mawar. Taman itu kini dapat bersorak-sorai terus-menerus memuji-muji Tuhan yang memungkinkan mereka bertumbuh dengan subur dan aman, demi Anugerah-Nya. Padang gurun itu kini diberih” kemuliaan Libanon dan semarak Karmel dan lembah-lembah Saron. Kata “diberi” menunjuk kepada anugerah Tuhan saja yang mampu dapat memberikan hal yang ajaib itu. Pegunungan Libanon terkenal dengan pohon-pohon aras yang lurus tinggi yang tumbuh di hutan yang lebat. Nama Karmel sendiri berarti “Tanah subur” atau “tanah kebun”. Di sebelah Selatan Karmel terbentanglah lembah Saron yang terkenal dengan bunga mawar (bnd. Kidung Agung 2:1) dan merupakan taman bunga yang indah.
Saudara-saudara …
Siapakah yang dimaksudkan dengan “mereka itu” yang akan melihat kemuliaan Tuhan? “mereka itu” tentunya bukan para musuh yang sudah dibinasakan, melainkan orang-orang yang akan menyaksikan-Nya. “mereka itu” adalah orang-orang Yehuda (atau sisa Israel) yang pada waktu itu berada dalam pembuangan dan mengalami stress besar dan menanti kelepasan. Dalam kecemasan yang besar menantikan kelepasan yang datang dari Tuhan. Nabi menyampaikan berita hiburan kepada umat dalam pembuangan.
Pertama-tama disebut kelepasan bagi orang-orang yang menderita cacat tubuh/badan yang tidak mungkin dapat disembuhkan secara normal(ay.5-6a). Mereka itu mewakili oleh orang-orang buta, tuli, lumpuh dan bisu. Cacat-cacat tersebut sekali lagi menunjukkan keadaan manusia yang tidak berdaya sama sekali hanya menantikan belas kasihan dari orang-orang di sekitar mereka. Penyembuhan-penyembuhan mempunyai makna yang lebih mendalam lagi yaitu untuk memberitahukan bahwa “Tahun anugerah Tuhan” telah tiba dengan demikian maka penyembuhan-penyembuhan secara jasmaniah itu bukan merupakan tujuan pada dirinya, melainkan tanda-tanda yang menunjuk pada kelepasan yang total dan abadi, dari segala kuasa dan dosa yang membelenggunya.
Selanjutnya ayat 6b-7 si nabi melihat lagi hubungan yang erat antara manusia dan alam. Tempat yang kering yaitu padang pasir akan diubah menjadi tempat yang bermata air dan berkolam yang tidak pernah kering, air yang terus-menerus mengalir itu menjadi simbol dari kehidupan dan keselamatan yang kekal di dalam alampun ada perubahan total di mana alam tersebut dilepaskan dari “penderitaannya”, sehingga tidak lagi merana melainkan bersorak-sorai.
Padang pasir dan gurun yang tadinya menjadi tempat pembaringan serigala berubah menjadi tempat perkebunan yang subur. Dengan demikian maka alam diberi kehidupan yang baru dan semua yang terdapat di dalamnya bersorak-sorai memuji Tuhan.
Selanjutnya ayat 8-10 “ di situ" yaitu di tempat padang pasir dan gurun yang telah dibaharui, akan ada jalan raya yang disebut “jalan kudus” yang disebut jalan para Musafir yang menuju ke Sion dan hanya dilalui oleh orang-orang yang melalui peraturan Tora adalah Tahir untuk ambil bagian di dalam upacara kebaktian. Sekali lagi jalan ini hanya orang-orang kudus yang dapat melaluinya, dan senantiasa bersukacita karena anugerah keselamatan Tuhan dan yang mengarahkan perjalanan ke Sion yaitu tempat di mana semua bangsa akan berkumpul untuk mengabdi dan memuji nama Tuhan. Orang “Padir” yang disebutkan dalam bacaan kita disaat ini yaitu orang yang bodoh dan tidak mau memperdulikan Tuhan atau orang fasik yang sombong dan merasa diri sudah aman. Dan mereka inilah yang yang tidak mendapat tempat pada jalan raya.
Saudara…saudaraku…
Jalan raya yang disebut jalan kudus adalah jalan yang aman benar, bebas dari segala ancaman binatang buas (ay.7b) dan jalan itu hanya boleh dilalui oleh”orang yang diselamatkan” dan orang-orang yag dibebaskan (atau ditebus) dalam perjalanan pulang menuju ke Sion. “Sion” di sini bukan disebut “Yerusalem” yang merupakan bait suci. Tetapi “Sion” kepada pusat dunia kerajaan Tuhan, ke tempat mana bangsa-bangsa akan pergi untuk menyembah Tuhan. Sion mempunyai arti yang bersifat eskatologis-mesianis/kedatangan mesias untuk satu pembebasan. Dengan demikian berita nabi Yesaya ini berada dekat dengan berita kesukaan (Injil) yang diberitakan di dalam Perjanjian Baru. “Jalan Kudus” (ayat 8) yang hanya boleh dilalui oleh orang yang telah disucikan, dibenarkan, dibebaskan, diselamatkan dan yang menuju ke Sion kota Tuhan yang suci itu mendapat pantulannya di dalam diri Tuhan Yesus yang menyatakan diri dan bersabda: “Aku inilah jalan kebenaran dan hidup”. AMIN.
by Sarnita Pasimanyeku.





IA DISEBUT IMANUEL
YESAYA 7:10 – 16
(ADVEN IV)

Sdr-sdr……kita berada pada minggu adven IV atau minggu adven terakhir. Karena itu fokus kita pada minggu adven ke-4 adalah mengarah pada kelahiran Tuhan di Betlehem. Dalam kaitan dengan fokus itu, bagian Alkitab kita hari ini berbicara tentang seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Imanuel. Suatu nama yang memiliki makna yang sangat dalam sebab dalam nama itu Allah menyatakan diri kepada manusia. Allah menyatakan diri kepada manusia sama artinya dengan Allah hadir, Allah menjadi manusia (band Yoh 1:14) karena itu Ia menyertai manusia
Sdr-sdr…..Ketika kita membaca bagian ini, timbullah pertanyan, siapakah Imanuel itu? Bila kita membaca Alkitab, kita hanya menemukan kata Imanuel 3 kali, yakni 2 kali dalam PL ( Yesaya 7:14; Yesaya 8:8 tetapi juga dapat kita bandingkan dengan Yesaya 8 :10, walaupun Yesaya 8:10 tidak menulis kata Imanuel tetapi di dalamnya memuat arti dari Iamnuel) dan satu kali dalam PB, yakni Mat. 1:23).
Untuk mengerti makna kata Imanuel yang artinya Allah beserta kita, maka tentunya pertama-tama kita harus mengetahui kondisi saat di mana nama Imanuel itu muncul, tentunya tidak terlepas dengan masa nabi Yesaya bernubuat atau bekerja, yakni saat itu Aram dan Israel ingin membentuk suatu koalisi (kerja sama) dengan Yehuda guna mencegah laju perkembagan kekuasaan Asyur atau Syriah. Asyur yang didukung oleh kekuatan militer yang memungkinkan mereka dapat melebarkan wilayah kekuasaannya. Melihat kekuatan Asyur ini dan demi keseimbangan bahkan mematahkan kekuatan Asyur, maka jalan ditempuh adalah membentuk suatu koalisa Israel, Yehuda dan Aram. Tapi ternyata Yehuda bimbang dengan koalisi itu, karena itu Aram dan Israel memutuskan hubungan dengan Yahuda dan sekaligus merencanakan menyerang atau menghukum Yehuda.
Sdr..sdr… Mendengar berita itu, Ahas raja Yehuda gemetar, takut. Takut jangan-jangan Aram dan Israel menyerangnya; dalam situasi yang sangat kristis ini Yesaya menghadap Ahas dengan membawa pesan dari Tuhan, bahwa Ahas tidak perlu bimbang, takut, sebab kekuasaan musuh-musuh Yahuda akan berakhir, karena itu mereka tidak akan membahayakan. Untuk menyakinkan raja Ahas, bahwa Allah akan melindunginya, maka Ahas dapat meminta tanda kepada Allah untuk membuktikan kebenaran berita ilahi, yang disampaikan itu. Tapi apa yang terjadi, ayat 12 menjelaskan kepada kita bahwa Ahas menolak meminta tanda dari Tuhan dengan alasan bahwa ia tidak mau mencobai Tuhan.
Menanggapi penolakan raja yang munafik itu, Yesaya memberitakahukan bahwa Tuhan sendirilah yang akan memberikan tanda itu kepada Yehuda.
Saudaraku…. Mengapa Ahas menolaknya? Pertanyaan ini dapat dijawab bila kita hendak menyelidiki tentang siapa itu Ahas? Menururt 2 Raja-raja 16 dan 2 Tawarikh 28, Ahas adalah anak Yotam yang menjadi raja Yehuda. Sebagai seorang raja, ia tidak melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, tetapi sebaliknya ia telah mendurhaka terhadap Tuhan. Kedurhakaan itu nampak dengan ia menyembah baal (dewa orang Kanaan), mengorbankan anak lelakinya di lembah Ben-Hinom sebagai korban bakaran, memasukkan agama kafir damsyik dan menajiskan bait Allah. Oleh karena itu Tuhan menyerahkan Ahas ke tangan Rezin raja Aram, dan ke tangan Pekah anak Remalya, raja Israel. Karena itu ketika mereka maju berperang melawan Ahas, apa yang terjadi yakni bahwa Ahas dan rakyatnya menjadi takut, gemetar sehingga ia mengalami kekalahan dan banyak orang Yahuda yang dibinasakan.
Jadi dapatlah kita katakan bahwa Ahas adalah seorang yang tidak takut akan Tuhan, seorang yang tidak mengandalkan Tuhan tidak seperti raja-raja lainnya. Karena itu dapat kita mengerti mengapa sampai Ahas tidak menerima tanda dari Tuhan.
Karena ia menolak tanda dari Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang memberikan tanda, yakni bahwa seorang perempuan muda (gadis) akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia dinamai Imanuel. Dengan nama Imanuel tersirat bahwa dalam kelahiran anak itu terdapat kehadiran Allah. Allah telah datang kepada umatNya di dalam diri seorang anak. Yesaya menyebutkan anak itu sebagai “Allah yang Mahakuasa”. Jadi Allah dapat ditemukan dalam kelahiran seorang anak.
Dalam perjalanan nubuatan nabi Yesaya nama anak itu kemudian dihubungkan dengan kelahiran Yesus yang disebut Imanuel (mat. 1:23). Itu berarti Yesus menggenapi nubuatan Yesaya, sebab di dalam diri Yesus Kristus kehadiran Allah disempurnakan. Yesus bukan saja Imanuel tetapi Dia adalah Allah yang menjadi manusia, karena itu Ia layak mendapat gelar Imanuel. Di dalam Dia Allah yang maha tinggi menjadi manusia, diam di antara manusia dan karena itu menyertai manusia.
Sdr… sdr.. Minggu adven 4 mengingatkan kita akan persiapan-persiapan untuk menyambut Imanuel yang sudah datang di Betlehem, tetap menyertai kita dan yang akan datang kembali sebagai Tuhan dan Raja di atas segala raja. Karena itu hendaklah persiapan kita pertama-tama bukan persiapan materi (pakean, kue dsb). Memang hal ini penting tetapi yang paling penting adalah persiapan hati mengimani dan mengamini Sang Imanuel di dalam diri kita, sehingga Sang Iamanuel bukan saja Tuhan yang menyertai kita tetapi Tuhan yang hadir dalam kehidupan kita, Tuhan yang mempengaruhi hidup ini.Amin. by: O. May.

“BILA SANG RAJA DATANG DAN
MEMPERSATUKAN KITA”
Yesaya 9:1-6 (Natal)

Kita tentunya sangat berbahagia sebab hari yang kita nantikan telah tiba, kita berbahagia sebab kita masih diberi kesempatan untuk merayakan natal Yesus Kristus. Natal berasal dari bahasa Latin, natalis artinya kelahiran. Jadi natal dalam pengertian yang kita selalu rayakan pada bulan Desember adalah memperingati hari lahir Yesus Kristus sebagai anak tunggal Allah, yang kita yakini sebagai raja di atas segala raja yang telah mempersatukan semua manusia di bawah kerajaan-Nya. Yang kelahiranNya bukan di tempat yang selayaknya sebagai seorang pembesar atau sebagai seorang raja tetapi lahir di tempat yang hina, yakni di kandang binatang di Betlehem. Dalam kaitan dengan Natal Yesus Kristus, kita diajak untuk merenungkan kitab Yesaya yang berbicara tentang kelahiran raja damai yang tentu tidak lepas dari tema natal PGI tahun ini, yakni Dialah damai sejehtera yang telah mempersatukan (Ef. 2:14).
Bacaan kita, dapat dibagi dalam tiga bagian besar:
Pertama: tentang terang yang menimbulkan kesukaan. dari ayat 1 -2 kita mendapat gambaran bahwa saat itu Israel dan Yehuda hidup dalam kegelapan yang besar di negeri kekelaman. Mereka digambarkan seolah-olah sudah “mati” dalam dosa-dosa perzinahan, ketahyulan dan penyembahan berhala seperti yang dilukiskan dalam Yesaya 8:19-23. Mereka berada dalam suasana tanpa ada tanda kehidupan, di tengah kekelaman, sunyi senyap seperti di alam maut . Dalam suasana seperti itu datanglah berita sukacita, berita pemulihan, yakni bahwa mereka akan melihat terang yang besar yang menembusi kegelapan itu dan menerangi seluruh lingkungan sehingga menimbulkan kehidupan yang baru. Jelas terang yang besar itu bukan terang matahari atau terang bulan purnama tetapi terang ilahi, terang dari Allah, itulah terang kebesaran Allah, terang ajaib. Terang besar itu yang mengenyahkan segala kegelapan dan kesunyian maut. Akibatnya timbul kehidupan baru dan sorak-sorai. Mereka bersorak-sorai, bersyukur, bersukacita atas terang ilahi yang membawa kehidupan baru itu.
Kedua: tentang tiga dasar kesukaan. Sukacita yang besar itu digambarkan dan dihubungkan dengan pesta panen yang besar dan pesta kemenangan perang yang gemilang. Sebab mereka melihat dan mengalami pertolongan tangan Tuhan yang besar.
Dalam kaitan dengan sukacita itu ayat 3 – 5 berbicara tentang tiga dasar kesukaan tersebut.:
1.Allah akan membebaskan bangsa itu dari kuk penindasan orang Asyur (Yes 10:24-27). Kuk (kuk, yaitu kayu lengkung yang dipasang di leher sapi yang biasanya ada di gerobak) yang berat dan menekan di atas pundak mereka akan dipatahkan dengan cara ajaib seperti pada hari kekalahan Median. Maksudnya kekalahan Median pada zaman Gideon (Hak 6:9), di mana orang Median dengan tentara yang besar menindas dan merampok Israel yang tidak berdaya. Tetapi Gideon dengan tentara yang sedikit jumlahnya, dengan pertolongan Tuhan mampu membinasakan tentara Median. (ayat3)
2.adanya kelepasan yang total, menyeluruh artinya tidak ada lagi musuh, segala alat perang akan dibakar habis. Orang tidak lagi memikirkan perang. Yang ada hanyalah damai dan sukacita
3.dan sebagai klimaks atau puncak dari damai itu adalah diberitakannya kelahiran seorang anak laki-laki yang diberikan Tuhan kepada kita. Anak itu akan menjadi Pelepas, Raja dengan disertai sifat-sifat ilahi sebagaimana tampak pada namanya, yakni: Penasihat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai.
Sdr-sdr ….apa arti Penasihat yang Ajaib. Seseorang disebut penasihat ajaib bila orang tersebut dipenuhi Roh hikmat ilahi yang melebihi segala kebijaksanaan dunia atau manusia. Penasihat ajaib nampak dalam setiap rencana dan nasihat-Nya yang sungguh luar biasa. Hal ini terjadi karena Dialah hikmat itu sendiri yang diutus oleh Bapa untuk melaksanakan tugas keselamatan Allah (Band Yes 11:2)
Dia juga disebut Allah yang perkasa, ini tidak lain karena di dalam diriNya ada sifat ilahi yang secara tepat dilukiskan sebagai Yang Mahakuasa, yang digambarkan sebagai sebagai Pahlawan yang berkemengan atas musuh-musuh.
Sedangkan sebutan Raja Kekal, hendak menjelaskan bahwa pemerintahan-Nya berdasarkan kasih seorang Bapa terhadap anak-anak, dengan demikian Ia akan memerintah dan memelihara bangsa itu dengan penuh cinta kasih
Raja damai. Kata damai dalam bahasa ibrani ialah syalom, yang mempunyai arti luas dan mencakup seluruh bidang atau aspek kehidupan, damai sejahtera yang utuh, serasi (harmonis) dan lengkap. Hubungan harmonis dengan diri sendiri, sesama dan masyarakat, dan terhadap Tuhan
Ketiga: pemerintahan raja yang ideal. sedangkan ayat 6 berbicara tentang sifat dan keadaan kerajaan Damai sejahtera, yakni bahwa raja damai itu akan memerintah di atas takhta Daud. Itu berarti ia adalah raja yang sah dan legal, yang diharapkan dan dicita-citakan oleh umat Allah. Ia raja Damai yang memerinta dengan keadilan dan kebenaran, tidak dengan tangan besi.
Apa yang dinubutkan oleh nabi Yesaya ini ternyata digenapi di dalam diri Yesus Kristus. Di dalam Yesus Kristus sifat-sifat kerajaan itu nampak. Sebab Dialah raja Damai, yang telah menaklukan segala musuh-musuh ditelapak kakiNya. Ia telah mengalahkan kuasa Iblis, dosa dan kuasa maut. Ialah Raja yang mampu mempersatukan manusia dari bewrbagai suku bangsa, bahasa dan adat istiadat.
Sdr….Salah satu tugas dari seorang pemimpin negara apakah presiden atau raja adalah bagaimana mengupayakan agar rakyat yang dipimpinnya itu tetap bersatu, karena itu tidak diharapkan kelompok tertentu (daerah, suku atau agama) yang berusaha memisahkan dirinya dari negara kesatuan. Bila ada yang mau memisahkan diri, maka jalan yang ditempu adalah mengirimkan tentara untuk mematahkan semangat pemisahan tersebut (jalan kekerasan).
Sebagai seorang raja di atas segala raja, Yesus Kristus tak pernah memakai tangan besi untuk mematahkan mereka yang menjauh dari kerajaan, tetapi Ia memimpin mereka dengan penuh cinta kasih yang pada akhirnya semua manusia mengakui kerajaanNya. Yesus memerintah dengan damai sejahtera dan damai itu bukan hanya milik sekelompok orang tetapi milik seluruh umat manusia.
Sdr……itu berarti ketika kita merayakan natal Yesus Kristus, maka damai sorgawi itu harus menjadi bagian yang utuh di dalam diri kita. Tetapi apakah benar bahwa damai telah menjadi bagian dari hidup kita? Bukankah sana-sini terdengar kekerasan? Bukankah sana-sini orang berteriak minta tolong karena hak-hak sesama tidak lagi dihargai lagi? Bukankah sana sini orang mencari keadilan, kebenaran dan kedamaian? Lalu di manakah damai itu? Inilah pertanyaan yang selalu mengganggu kita.
Saudaraku. Situasi apapun yang kita hadapi, apakah mengherankan atau menakutkan, kita harus mengamini bahwa Yesus Kristus telah mempersatukan kita di dalam damai sejahteranya, karena itu kita terpanggil untuk membagi damai itu kepada sesama kita di sekitar kita. Natal itu bermakna bila damai itupun dapat dirasakan, dialami oleh saudara-saudara kita lainnya. Amin.
By:O. May.





Jangan Takut !
Khotbah 31 Desember 06
Perikop : I Raja-Raja 19:1-8

Jemaat kekasih Tuhan,
Biasanya, ketika akhir tahun orang Kristen akan berbondong-bondong ke gereja sehingga gereja akan penuh sesak; bahkan yang datang terlambat akan mendapati bahwa tidak ada bangku yang kosong lagi untuknya sehingga ia harus meminjam bangku dan duduk di luar. Hal ini biasa terjadi karena setiap orang Kristen mau bersyukur pada Tuhan yang telah menyertainya disepanjang tahun yang telah dilewati. Tetapi ada pula orang Kristen yang berpikir bahwa ibadah syukur akhir tahun harus diikuti supaya di tahun yang akan datang semua hal yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar-lancar saja.
Jemaat kekasih Tuhan,
Semua yang saya katakan tadi memang terjadi dan tidak ada salahnya. Tetapi ada baiknya jika kemauan kita untuk beribadah dilandasi oleh pikiran bahwa kita mau memuji dan membesarkan nama Tuhan Allah yang telah menjaga dan memelihara hidup kita, sehingga keselamatan dan kehidupan kekal menjadi milik kita. Jika landasan pikir kita seperti ini, niscaya ketakutan akan hidup yang membentang di hadapan kita akan hilang dan tidak akan kuatir akan hidup ini karena kita yakin bahwa Allah senantiasa ada bersama kita. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh Elia,yang adalah salah satu nabi besar di Israel.
Jemaat yang kasih Tuhan,
Mengapa Elia tidak memiliki pandangan ini. Dalam ayat yang ke-3a dikatakan, “Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya”. Disini jelas terlihat sifat manusia atau sisi lemah manusia dari Elia. Sebab manusia memang selalu kuatir akan hidupnya, akan nyawanya.
Padahal kalau kita baca pasal sebelum teks ini, di situ digambarkan seorang Elia yang gagah perkasa, yang sangat mengandalkan Tuhan Allah sebagai satu-satunya penyelamat hidupnya maupun penyelamat seluruh rakyat Israel. Suatu cerita besar di mana Elia sukses dalam karir kenabiannya.lalu mengapa Elia menjadi takut dengan hanya mendengar ancaman seorang perempuan, walaupun memang Isebel adalah seorang Ratu yang sangat berkuasa. Tetapi bukankah Elia barusan menyaksikan Karya besar Allah dalam hidupnya? Mengapa ia takut terhadap seorang manusia? Hal inilah yang harus kita lihat bersama saat ini!
Jemaat kekasih Kristus,
Seorang Nabi Besar seperti Elia, yang setiap hari bersama Tuhan bisa takut dan lari hanya karena ancaman seorang perempuan.
Seringkali sebagai manusia, walaupun setiap hari menyaksikan dan merasakan banyak berkat Tuhan dalam hidup ini, kita akan tetap merasa kuatir dan takut akan masa depan yang terbentang di hadapan kita. Sering sebagai manusia kita lupa bahwa ada janji dan jaminan dari Kristus yang akan selalu menyertai kita. Di dalam teks ini, tidak dikatakan bahwa setelah mendengar ancaman Elia kemudian menyerahkannya pada Allah tetapi sebaliknya ia takut dan melarikan diri bahkan ia mengeluh dan ingin mati. Suatu tindakan yang sangat tidak terpuji sebagai seorang abdi Allah, seorang yang menjadi panutan bagi bangsanya. Inilah ciri manusia pada umumnya; jika masalah datang, kita akan cepat-cepat berpikir untuk menghindar atau lari darinya. Kemungkinan untuk menghadapi dan mencari jalan keluar bersama Tuhan merupakan alternatif kedua. Padahal masalah membuat kita semakin dewasa dalam hidup ini. Tidak ada seorangpun manusia yang hidup yang tidak memiliki masalah, yang tidak memiliki masalah hanyalah mereka-mereka yang telah terbujur kaku di liang kubur. Semakin banyak masalah membuat kita semakin hidup.
Jemaat yang dikasihi Kristus,
Allah kita adalah Allah yang pengasih. Walaupun kita lari dan tidak mengandalkan-Nya dalam pergumulan dan masalah kita, walaupun Ia dinomorduakan oleh kita, Ia tetap mengasihi kita. Hal ini berbukti lewat kasih-Nya kepada Elia. Dimana Ia tetap memberikan roti dan air bagi Elia. Roti dan air merupakan tanda perhatian/wujud cinta kasih Allah bagi Elia. Oleh kekuatan dari roti dan air itu Elia berjalan 40 hari 40 malam, sungguh suatu kekuatan yang luar biasa yang diberikan Allah bagi umat-Nya.
Jemaat Kekasih Kristus,
Jika Elia diberi Roti dan air hingga ia dapat berjalan begitu lama, maka kita sekarang pun diberi kekuatan iman untuk berjalan dalam medan pergumulan kita di dunia ini. Saudaraku,kita dapat belajar dari Elia. Jika Elia yang dulu takut dan melarikan diri serta tidak menyerahkan persoalannya pada Tuhan, maka kita sekarang harus pertama-tama bersandar pada Tuhan. Tuhan itu tidak jauh. Kata lagu: “Dia hanya sejauh Doa”. Berdoalah, serahkanlah persoalan hidupmu pada-Nya maka kekuatan iman akan diberi oleh Tuhan sehingga kita kuat menghadapi tantangan hidup ini.
Jemaat yang dikasihi Kristus,
Hari ini kita bersyukur karena hidup kita ditahun 2006 akan kiia lewati, dan kita akan memasuki nuansa hidup baru di tahun 2007. sebagai manusia pasti di antara kita ada yang takut, kuatir dan sebagainya. Tetapi satu hal yang pasti, hidup ini penuh tantangan, siapa yang berjalan dengan Tuhan pasti akan selalu diberkati. Rancangan Tuhan adalah Rancangan Damai Sejahtera. Kalau ada hal-hal yang mengecewakan, carilah makna yang tersembunyi di belakangnya; sebab semua yang dibuat Tuhan pasti indah pada waktunya.
Tahun boleh berganti, tantangan dan permasalahan hidup boleh berganti; hanya satu yang tidak pernah berganti: kasih setia dan pernyataan Tuhan dalam hidup kita tidak pernah berganti baik di tahun ini maupun di tahun yang baru.
Jangan pernah takut dan melarikan diri, karena Tuhan tetap menyertai orang-orang yang setia padanya di tahun yang baru nanti. Selamat datang tahun 2007, Tuhan memberkati. Amin. by Ricky


Gunakanlah waktumu untuk Tuhan !
Khotbah Tahun Baru
1 Raja-Raja 19:9-18.

Pergantian tahun adalah hal yang biasa, dan selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Tahun-tahun kehidupan manusia akan selalu datang dan pergi tanpa peduli dengan orang-orang yang menjalaninya. Tetapi, tahun-tahun hidup manusia akan menjadi istimewa ketika manusia memberi makna padanya. Tahun-tahun hidup manusia akan berarti jika manusia menjalaninya menghargai waktu yang dilaluinya, dan mempergunakan waktu itu sebagai suatu hal yang harus digunakan demi kemajuan hidupnya secara pribadi dan juga bagi sesamanya. Tahun-tahun hidup manusia akan berarti jika ia dapat menghasilkan sesuatu yang berharga, bermanfaat serta dapat membuat hidupnya lebih baik dihari sesudah hari ini.
Jemaat yang saya banggakan, Dalam menjalani hidup, setiap orang pasti menginginkan atau mengharapkan yang terbaik dan pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Kita di saat inipun pasti memiliki keinginan yang sama seperti itu. Dalam mewujudkan impian yang terbaik bagi kehidupan kita, terkadang banyak cara yang kita tempuh. Baik cara yang bersih, sesuai jalur dan firman Tuhan atau pun jalan yang terkadang kotor dan menyerempet bahaya dan dosa. Banyak di antara kita misalnya sampai memaksa Tuhan agar diberi kehidupan yang lebih baik. Sering dalam pikiran manusia muncul pemahaman bahwa Tuhan ini tidak adil, “orang yang baik dan selalu bekerja bagi Tuhan kok hidupnya pas-pasan, bahkan kurang. Sedangkan orang yang hanya setahun sekali masuk gereja kok hidupnya mewah dan bisa potong babi sepuluh ekor di tahun baru ini”.
Jemaat kekasih Tuhan, Elia adalah seorang nabi Tuhan yang sangat giat dalam tugas pelayanannya. Namun ketika menghadapi ancaman pembunuhan dari ratu Isebel, Elia ketakutan dan melarikan diri. Bukan hanya itu saudara, Elia juga mengeluh dan bersungut-sungut kepada Allah. Elia mulai membeberkan hasil kerjanya selama ini yang seakan-akan tidak dipedulikan Allah. Ketika Tuhan bertanya kepada Elia: “apa kerjamu di sini hai Elia?” Kalau kita mengulang jawaban Elia dalam format kalimat yangt agak beda, jawabannya akan berbunyi begini: “ aku telah bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, kok Tuhan membiarkan aku dikejar-kejar dan mau dibunuh?” padahal saya sudah banyak berjasa kepada Tuhan, mengapa saya harus menderita seperti ini ? itulah keluhan Elia.
Jemaat kekasih Tuhan,
Selaku orang Kristen yang selalu bekerja dalam ladang Tuhan, kita cenderung juga untuk berpikir yang sama dengan Elia. Ketika menghadapi tantangan dan hambatan dalam hidup ini, kita seakan-akan mau menyuap Tuhan dengan kerja kita. Kita seakan-akan tidak sabar dengan kerja dan rencana Tuhan dan memaksa agar Tuhan bekerja sesuai dengan kemauan kita. Kita sering berpikir: “kok Tuhan lambat sekali dalam menjawab doa dan pergumulan hidup saya, pada hal saya telah bekerja dengan begitu giat bagi Tuhan.” Kita dapat melihat dalam teks kita bahwa Tuhan tidak ada dalam angin yang dasyat, yang dapat membela badan gunung. Tuhan tidak ada dalam gempa bumi, Tuhan juga tidak datang melalui api yang menyala-nyala, tetapi Tuhan datang dan berbicara bagi Elia lewat angin sepoi-sepoi.
Jemaat kekasih Tuhan,
Tuhan ada lewat angin sepoi-sepoi yang setiap hari selalu bersama kita. Tuhan datang lewat suara halus dalam hati kita, yang selalu berbisik “jangan, jangan dan jangan, jika kita mau melakukan kejahatan”. Itulah tanda kehadiran Tuhan dalam hidup kita, ia selalu mengajarkan umat-Nya untuk bersabar dan menyerahkan hidup sepenuhnya dalam tuntunan tangan kasih-Nya. Tantangan bagi adalah, dapatkah kita sabar dan tetap menyerahkan hidup ini sepenuhnya bagi tugas pelayanan di ladang Tuhan? Dapatkah kita mendidik generasi setelah kita, agar mereka dapat bertumbuh sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki? Hal inilah yang menjadi perintah Tuhan selanjutnya bagi Elia. Elia ditugaskan untuk melatih dan membimbing nabi yang berikutnya.
Jemaat kekasih Tuhan, Hari ini, kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup di tahun yang baru. Biasanya, dalam menyambut tahun baru banyak hal yang telah disiapkan baik itu persiapan makan-minum, baju baru, maupun hal-hal lain yang berkenan dengan perayaan tahun baru. Satu hal yang sering kita sebagai orang tua lupa yaitu, mempersiapkan generasi baru yang dititipkan bagi kita. Kalau dalam pembacaan kita Elia ditugaskan Tuhan untuk mempersiapkan Elisa untuk menggantikannya, maka kita saat ini selaku orang tua Kristen diharuskan untuk mempersiapkan generasi kita untuk bekerja menggantikan kita di ladang Tuhan.
Jemaat kekasih, dalam banyak pekerjaan, ada masa di mana kita mengalihkan diri dari orang ahli yang bekerja sepenuh waktu di garis depan, dan mengembangkan pengalaman itu dengan melatih orang-orang lain untuk menggantikan kita dan melanjutkan pekerjaan itu. Hal yang sama berlaku pada posisi-posisi tanggung jawab di Gereja atau Organisasi Kristen. adalah sesuatu yang sehat dan menyenangkan untuk mengamati bahwa kita telah berhasil mendidik orang lain untuk meneruskan pekerjaan kita, dan sangat menyedihkan jika kita hanya sampai pada tempat perhentian tanpa menghasilkan orang-orang muda yang cakap dalam melayani di ladang Tuhan.
Jemaat Tuhan, Jangan takut untuk memasuki tahun yang baru. Jika Tuhan di pihak kita siapakah yang akan melawan kita?
Ada dua hal penting yang harus diingat kita semua dalam memasuki tahun baru ini, yaitu pertama, gunakanlah waktumu dengan baik, isilah dengan hal-hal yang dapat membuat hidupmu dan hidup sesama menjadi lebih baik, berdamailah dengan semua orang karena waktu hidup kita singkat. Kedua, untuk membuat masa depan lebih baik, maka didiklah generasi kita dengan baik. Jika ada yang lebih pantas memimpin, tuntunlah dan didiklah dia untuk memimpin dengan baik dan benar, sesuai dengan jalan Tuhan. Terkadang kita tidak rela melepaskan apa yang telah kita miliki selama bertahun-tahun, tetapi Firman Tuhan hari ini mengajak kita melepaskan dan memberikannya pada orang yang tepat. Semakin sadar kita akan hal ini, semakin majulah kita dalam pengabdian dan pelayanan kita. Tuhan memberkati saudara-saudara di tahun yang baru. Amin. By: Ricky














LITURGI IBADAH NATAL KRISTUS
PEMUDA GMIH
==============================

Gema Natal : Menyanyi Kidung Jemaat No. 109:1 Hai Mari Berhimpun (Berdiri)

Panggilan Natal :
P.: Di saat angin Desember mulai berhembus, ada kerinduan insan dunia untuk brsekutu, menyambut kedatangan Yesus Kristus Penyelamat umat manusia.
J.: Kami datang memuji dan mengagungkan karya penebusan dan penyelamatan itu yang telah mengiring kami keluar dari kegelapan menuju terang yang ajaib.
P+J : Biarlah di dalam keutuhan kasih dan Anugerah Allah , kita dipanggil untuk berkata dan berkarya, serta beribadah kepada Tuhan.

…….. Doa Dalam Keheningan (Spontan oleh 2 orang Pemuda/i berbalas-balasan) ……..

P1. : Untuk keheningan, ya Allah, terimalah kata-kata pengucapan syukur kami;
P2. : Untuk keheningan yang mengiringi kata-kata, ketika makna-maknanya begitu lambat memasuki jiwa.
P1. : Untuk kesunyian malam yang memateraikan dan menyucikan hari siang.
P2. : Untuk keheningan sebelum aksi yang penuh keberanian suatu kesunyian yang diagungkan oleh kehendak yang akan mengerjakan segala sesuatu.
P1. : Untuk kesunyian sebagai jawab akhir atas perselisihan, kesengsaraan dan fitnah.
P2. : Untuk kesunyian di dalam rupa kepedihan.
P1+P2 : Untuk semuanya ini ya Allah, atas kesunyian dan kuasa kami menghaturkan kata-kata pujian yang tak terhingga; serta dengan sukacita kami menyambut kedatangan-Mu, ya Kristus Pembawa Damai, Amin. ……………………. (duduk)

Tembang Pujian : KJ.No.119 : Hai Dunia Gembiralah

Akta Pengakuan Pemuda :
P.: Dalam lintas sejarah hidup yang panjang di tahun 2006, suara-suara hati kaum muda GMIH terbuka di hadapan palungan-Mu, ya Anak Domba.
Pengurus: Setahun berkarya di ladang Tuhan, kami mengaku masih ada jiwa-jiwa yang kami abaikan. Kami lalai dalam panggilan untuk bersekutu, melayani dan bersaksi. Kami lari meninggalkan suara-Mu
Anggota : Hidup bersama sebagai umat Tuhan tak kami pelihara. Kadang kami egois, orang tua, saudara dan lingkungan tak kami hiraukan. Kami tenggelam dalam dosa dan terperangkap dalam kesalahan.
Semua : Bapa … dengarlah setiap untaian kata yang keluar dari bibir dan hati kami, yang berteriak memohon pengampunan-Mu di malam Natal.
P. : Sedndengkanlah telinga-Mu Tuhan, bukalah hati-Mu yang penuh ampunan dan terimalah ungkapan kesalahan anak-anak-Mu, Amin.

VG/SOLO/PS/PUISI
Berita Anugerah di Malam Natal : (Diucapkan oleh seorang Pemuda, perpakaian hitam-hitam dengan memebang obor).
P. : Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaan-Nya di antara kamu, dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Tembang Pujian : KJ.No.85 : 8

Berita Natal yang Membahana:

Prosesi Pemberitaan Firman :
Alkitab terbuka diantar ke Mimbar oleh seorang pemudi diiringi dengan tarian Cakalele oleh pemuda/i (atau yang lain) diiringi alat musik tifa (atau disesuaikan).
Doa : (oleh seorang pengurus)
Pembacaan : (oleh anggota)
Drama/Parodi/Spontanitas
Refleksi
Saat Teduh.

Pengakuan Iman : (Disesuaikan) …….. (berdiri/duduk)

PS/VG/TRIO/DUET/SOLO/PUISI
Persembahan Natal :
P. : Baiklah masing-masing kita memberi dengan kerelaannya, jangan dengan paksa atau karena malu. Ingatlah pesan Tuhan: lebih besar berkat memberi daripada menerima.
{(Masing-masing orang membawa persembahannya dan meletakannya pada palungan yang tersedia ) diiringi dengan musik organ atau KJ.No.101:1-4 (sesuai dengan kebutuhan)}.
Doa Syafaat :

PS/VG/TRIO/DUET/SOLO/PUISI
Pengutusan dan Berkat: ………….(Berdiri)

P.: Dunia adalah medan pengabdian setiap orang yang percaya kepada-Nya. Berlalunya nuansa Natal saat ini, adalah awal perjuangan kita ke depan. Kita berjuang untuk memberdayakakan kaum muda, berkarya dalam keluarga, dan bersaksi di tengah dunia. Satukan hati, pikiran dan seluruh hidup saudara dan terimalah berkata Natal:
“Allah sumber pengharapan dalam Anak-Nya memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus, kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan”.
J. : Menyanyi : Amin……………. Amin ……………. Amin.


Lagu jabat tangan : KJ.NO.: 119 : 1








LITURGI IBADAH NATAL KRISTUS
Sekolah Minggu dan Remaja
==============================

Gema Natal : - Diperdengarkan lewat tape atau organ
- Lagu-lagu Natal dilantunkan oleh sekelompok anak-anak.

Panggilan Natal : (berdiri)
Anak 1 : Ketika bunyi lonceng berdentang ….
Ketika di sana-sini suara kidung Natal bergema
Ketika gemerlap lampu-lampu Natal mulai terlihat
Sungguh betapa kami bahagia lagi berada dalam suasana Natal Kristus di tahun ini.
(5-10 orang anak dengan membawa trompet, tifa, botol aqua yang berisi batu di dalamnya masuk dan membunyikan alat-alat tersebut).
Anak 2 : Oh ….. Yesus Kristus terimalah kami yang beribadah di saat ini. Semoga sukacita dan damai Natal tetap ada di hati kami.
(5-10 anak tadi kembali membunyikan alat-alat tersebut, setelah itu mereka keluar dari pentas).

Tahbisan Natal :
P. : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan Pencipta langit dan bumi, yang memelihara kesetiaan-Nya disepanjang sejarah umat manusia dan yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya.
Damai Sejahtera Natal menyertai saudara-saudara.

J. : Dan menyertai saudara juga.
P+J : Amin …. Haleluya. ………………(duduk)

Pujin Bersama : KJ.No. 99 : 1 & 3

Akta Pembakaran Lilin Natal:

Membentuk Salib dengan pembakar lilin terdiri dari 1 orang Pengasuh dan 9 orang anak SM-TPI, dengan posisi sebagai berikut:
Pada bagian kepala berdiri 1 orang Pengasuh
Pada sayap kiri 2 orang, sayab kanan 2 orang.
5 orang anak yang lain berdiri membanjar di belakang pengasuh untuk membentuk badan salib. (Lampu dimatikan)
Masing-masing memegang lilin di tangan. Pembakaran lilin dimulai dari Pengasuh dengan membacakan salah satu nats Alkitab dan diteruskan kepada semua anak SM-TPI dengan masing-masing membacakan ayat Alkitabnya.

Pujin Bersama : KJ.No.92 : 1 & 3 Malam Kudus

PUISI/DUET/VG.

Pengakuan dan Tekad di Malam Natal:

P. : Selaku orang berdosa, baiklah dalam suasana Natal ini kita mengaku dosa kita di hadapan Tuhan.
Pengurus : Ya Tuhan, kami mengaku di hadapanmu bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pengasuh kami tidak setia, kami sering bersungut-sungut dan tidak melayani anak-anak dengan tekun dan sepenuh hati.
Orang tua : Kami mengaku Tuhan, dalam menjalankan tugas sebagai orang tua, kami tidak peduli dengan anak-anak kami. Sering kami melempar tanggung jawab pembinaan spiritual hanya pada pengasuh, padahal itu adalah tanggung jawab bersama.
Anak-anak Sekolah Minggu dan Remaja :
Ya Tuhan, kami mengaku bahwa sering kami malas ke Tunas dan Sekolah Minggu, bahkan kadang-kadang kami hanya sekedar pergi beribadah tetapi tidak mendegar dengan setia apa yang diajarkan pengasuh-pengasuh kami. Sering juga kami melawan terhadap pengasuh bahkan terhadap orang tua dan tak menuruti nasehat-nasehat mereka.

Semua : Ya Tuhan, ampuni dan kasihani kami. Di malam ini kami bertekad untuk membarui hidup, mau melakukan tugas dan tanggung jawab kami dengan setia dan saling menopang demi panggilan-Mu di dunia ini.


SOLO/VG/TRIO



Pelayanan Firman:

Doa Pembacaan Alkitab oleh seorang anak Remaja.
Pembacaan Alkitab (2 orang anak laki-laki dan perempuan)
Spontanitas/Drama/Parodi Natal
Refleksi Natal oleh Pendeta.

VG/DUET/TRIO/PUISI BERANTAI

Persembahan Natal:

P. : Kelahiran Putera Natal memberi Berkat dan Damai Sejahtera bagi kita di bumi lewat hidup, usaha dan karya kita. Untuk itu marilah kita mempesembahkan persembahan syukur kepada Tuhan.
(Setiap orang membawa persembahannya ke palungan Natal diiringi lagu KJ.No.100).

Doa Syukur Natal:

Pujian Bersama : KJ.No.119 Hai Dunia Gembiralah

Berkat:
P. : Damai Sejahtera Natal dengan Kasih Dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus lewat tuntutan Roh Kudus menyertai sekalian saudara . Amin.

Nyanyian Jabat Tangan : Kj.No.120 Hai Siarkan di Gunung

(Ibadah dapat diakhiri dengan tukar-menukar Bingkasan Natal)










TATA IBADAH PERAYAAN NATAL
JEMAAT KASIH PERSIAPAN WARIINO
MINGGU, 10 DESEMBER 2006
========================

I. PROSESI MENGHADAP TUHAN
Dentangan loceng tiga kali, jemaat berdiri dan melagukan nyanyian Kidung Jemaat No.119:1, sementara prosesi para pelayan memasuki ruangan ibadah.

P r o l o g: Tiba saatnya bagi Maria untuk melahairkan, namun tidak ada
tempat baginya di rumah penginapan. Tetapi ada sebuah tempat yang
bersedia untuk menerimanya yaitu kandang domba. Dikala Anak
Mausia masih terbaring di dalam palungan yang hina dan terbungkus
dengan lampin, Ia tidak disambut dengan kesediaan yang tulus oleh sang penguasa dunia. Itulah bukti awal dari penolakan Karya Allah. Kini ….di tengah-tengah situasi dan kondisi mengenang akan kelahiran-Nya, terdengar di sana-sini perselisihan, pembunuhan, pemerkosaan, iri hati, dengki, dendam, dan masih banyak lagi yang merupakan sosial bagi manusia. Ini pertanda bahwa Anak Manusia yang telah lahir ke dunia belum disambut dengan tulus. Timbul pertanyaan bagi kita, seperti inikah sambutan Natal yang diberikan bagi sang bayi mungil?

Jawabannya adalah tidak ….sekali-kali tidak! Apapun bentuk prilaku
manusia tiada yang dapat melampaui Kasih Allah lewat Palungan Natal.

Bpk-bpk : Saudara-saudara, marilah ….kita sama-sama
memadukan tekad dalam menyambut kelahiran
sang bayi mungil dalam perayaan Natal jemaat
saat ini.
Pmn : Kasih Yesus Kristus dari tempat yang maha
tinggi, telah datang di tengah-tengah kegelapan
dan kefanaan manusia untuk menerangi kita
sekalipun manusia selalu memberontak terhadap
Allah namun Ia ingin manusia tetap dalam
keharmonisan dan kedalaman. Karena Allah
sangat rindu kepada manusia ciptaan-Nya.
Jmt : Jemaat, Allah yang kita kenal dan kita imani
bukanlah Allah yang pendendam dan pembenci
kepada umat-Nya, tetapi Allah yang sangat peduli
dan mengasihi akan umat-Nya.
Pmn : Ia datang untuk mencari yang hilang serta
mengangkatnya ….
TEMBANG PUJIAN :KJ.No.85:1,9“Kusongsong Bagaimana”
Pmn : Di saat ini, marilah kita bersama-sama membuka
pintu-pintu hati kita dalam menyambut seorang Raja yang datang dari tempat yang maha tinggi.
Ibu-ibu : Oleh sebab itu, tinggalkanlah amarah, dengki
dan dendam, agar kita layak masuk dalam
persekutuan yang kudus bersama Allah.
II. VOTUM DAN SALAM
Pmn : Ibadah Natal Jemaat, diselenggarakan dalam
nama Bapa, Yesus Kristus dan Tuntunan Roh Kudus. Amin. Syallom Allah menyertai saudara-saudara.
Jmt : Dan menyertai saudara juga.
TEMBANG PUJIAN :KJ.NO.109:1, 4 “Hari Mari Berhimpun”
(Jemaat duduk)
III. GEMA NATAL
Anak : Dua ribu tahun yang silam Sang bayi mungil
telah lahir di sebuah kandang yang yang hina, Ia
dibungkus dengan lampin dan terbaring dalam
palungan. Hal ini merupakan suatu peristiwa yang
kemudian sampai saat ini masih diperingati oleh
umat Kristiani. Bukankah ini suatu aktivitas rutin
yang membosankan dan melelahkan?
Jmt : Tentu saja bukan! Justru ini merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan dan memberi sukacita serta kebahagiaan bagi kita. Jika kita benar-benar memahami dan memaknai makna Natal secara benar.
Pemuda : Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,
seorang putra telah diberikan untuk kita, lambang
pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya
disebut orang penasihat ajaib, Bapa yang kekal,
Raja damai.
Pemudi : Sebab begitu besar kasih Allah akan dunia ini
sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
Tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binas melainkn beroleh hidup
yang kekal.
TEMBANG PUJIAN : VG/KOOR/SOLO/DUET
IV. KUNJUNGAN KE BETLEHEM
TEMBANG PUJIAN : KJ.No. 92: 1-3 “Malam Kudus”
V. SEUNTAIAN PENGAKUAN : (Jemaat berdiri)
Majelis : Ya, Yesus yang Maha Kuasa dan Yang Penuh
Kasih, kami datang kepada-Mu dengan mengaku
akan dosa, kami menyadari sungguh akan
kelemahan iman. Terkadang kami tidak setia dan
selalu membuat pelanggaran dan kelalaian selaku
pelayan-Mu, untuk itu disaat ini kami mengaku …
Jmt. : Kasihanilah kami Tuhan ….
Orang tua : Dan segala kekurangan kami sebagai orang tua,
terkadang kami menyakiti Engkau dengan hal-hal
yang tidak Engkau inginkan. Kami menyakiti
suami, istri, anak-anak, saudara bersaudara bahkan
orang tua kami, karena itu Bapa di saat ini kami
mengaku ….
Jmt. : Kasihanilah kami Tuhan ….
Anak : Kami sebagai anak, menyadari sungguh bahwa
kami selalu menyakiti hati papa, mama, kakek,
nenek, adik, kakak maupun sahabat-sahabat
kami, karena itu Bapa di saat ini kami mengaku.
Jmt. : Kasihanilah kami Tuhan ….
Pmn : Ya, Bapa yang berkuasa, di saat ini kami telah
mengaku di hadapan-Mu, hapuskanlah dosa kami dan perbaharuilah hidup kami menurut kasih dan kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Sang Putra Natal kami berdoa. Amin.
TEMBANG PUJIAN :KJ.No.96:4 Hai Kamu Yang Menanggung B’rat” (Jemaat duduk)
VI. PUISI NATAL : ( seorang anak Sekolah Minggu)
VII. PEMBERITAAN FIRMAN
Doa Pembacaan
Pmn. : Ya. Bapa datanglah kepada kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu.
Jmt. : Berbicarlah kepada kami saat ini lewat biskan-Mu ….
Pmn. : Mampukanlah dan kuatkan kami ….
Jmt. : Biarlah dengan Terang-Mu, Engkau dapat menyinari kami
Pmn. : Ya, Yesus Kristus adalah Firman yang telah menjadi manusia, hadirlaah dan perdengarkanlah perkataan-Mu bagi kami.
P+J. : Amin.
Pembacaan Alkitab: (Oleh seorang Pemudi) Lukas 2 : 1 – 20 :
TEMBANG PUJIAN : VG/KOOR/SOLO/DUET
VIII. KHOTBAH NATAL : OLEH : PDT. M. WATTIMENA-MAHURA,S.Th
PERSEMBAHAN
Pmn. : Dalam kedinginan angin malam, ada kerinduan yang besar untuk mencari seorang bayi yang baru saja dilahirkan. Para Majus yang dituntun oleh bintang Timur datang membawa persembahan emas, kemenyan dan mur.
Jmt. : Sebagai umat yang telah diberikan kasih, damai sejahtera dan anugerah dariAllah, patut kita mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan hati, mulut, tangan serta menyatakan kesediaan untuk mempesembahkan persembahan untuk Tuhan.
TEMBANG PUJIAN : KJ.No. 133:1 – dstnya “Hai Bintang Timur”
X. DOA SYUKUR DAN SYAFAAT
TEMBANG PUJIAN : VG/KOOR/SOLO/DUET
XI. PENGUTUSAN DAN BERKAT: (Jemaat berdiri)
Pmn. : Marilah kita kembali kekehidupan kita dan lakukanlah apa yang Tuhan telah nyatakan di malam ini serta sampaikanlah Natal Kristus kepada orang lain.
Jmt. : Kiranya sukacita Allah selalu memberi kita semangat dalam hidup.
TEMBANG PUJIAN: KJ.No.91:1,2 “Putri Sion Nyanyilah”
XII. B E R K A T :
Pmn. : Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau,
Tuhan menyinari engkau dengan Wajah-Nya dan
memberi engkau kasih karunia. Tuhan menghadapkan Wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau Damai Sejahtera.
Jmt. : Amin ……........... Amin ……………. Amin ………….. (dinyanyikan)








Drama Natal Remaja dan Sekolah Minggu

KADO BUAT TUHAN YESUS


Lantunan lagu “Aku Tak Sanggup Lagi”
(Grace melakonkan keseharian sebagai seorang anak angkat yang dijadikan pembantu oleh Tasya, Saudara angkatnya yang benci padanya).

Narator : Grace …. Bocah cilik yang berjuang mempertahankan hidupnya sebagai seorang anak angkat yang dibenci saudaranya. Terkadang dia terus bertanya apa salahnya sehingga hidup tidak berpihak padanya, yang menyebabkan dia menjadi anak yatim-piatu, yang sekarang diangkat oleh sebuah keluarga yang kaya dan yang mengasihinya.

Tasya : Grace …. Grace …. Grace ….!
Grace : (muncul sambil bingung).
Ya, Tasya panggel pa kita ka? Jang marah, kita ada jumur pakeang di blakang, jadi kita tara dengan Tasya panggel.
Tasya : Ngana … memang pongo mo, setiap kali kita panggel, ngana tara manyao pa kita. Ngana mo dengar pa sapa di sini …. He …. Dasar anak pungut.
Ini kita pe rumah, jadi kita yang berkuasa, kalu kita panggel ngana musti datang.
Biar ada kerja nenek moyang apa lagi. Ngana musti dengar….!!!
Skarang kase siap makanang pa kita!
Grace : Iya Tasya (sambil menangis, kembali ke blakang).

Narator : Begitulah keadaan Grace setiap hari yang selalu ditindas oleh saudara angkatnya Tasya. (Saat itu pulanglah pada dan mama).

Papa : Halo sayang, nona so pulang? Nona so makan ka bolong?
Mama : Tasya ...., mana Grace. Mama deng papa tara lia pada dia hari ini ?
Grace : Tara tau, mama deng papa to … lebe sayang pada dia daripada pa kita (sambil berlalu)
Mama : (Ikut Grace ke dapur) Sayang …. (Grace menoleh)
Nona kiapa ngana manangis?
Grace : Tarada ma, kita rasa badan tara enak saja ….!
Mama : Kalu bagitu nona istrihat saja, nanti mama yang biking.

Narator : Perhatian dan kasih sayang yang diterima oleh Grace dari papa dan mama, ternyata membuat Tasya makin membenci Grace.

------- lantunan lagu-lagu Natal -------

Tak terasa saat menjelang Natal makin dekat. Semua orang mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari Natal, tak terkecuali Tasya dan keluarga serta anak-anak tempat Grace belajar.

Tasya : Mama sayang …. Natal so mo dekat ni…! Mama jang lupa beli kita pe baju untuk Natal e….! O iya ma, torang di skolah Minggu to …. Ada mo kasih kado untuk Tuhan Yesus. Nanti mama beli kado yang bagus e…. supaya tamang-tamang lia kita pe kado yang paling bagus deng mahal dari dong samua.
Mama : Iya non! Nanti mama beli kado yang paling bagus untuk nona dengan Grace (Tasya jadi iri hati terhadap Grace).

Narator : Sementara itu suasana persiapan Natal tempat Tasya dan Grace terlihat ramai. Anak-anak begitu antusias dan riang berlatih Natal termasuk Grace dan sahabatnya Sofi.

Sofi : Ge …. Ngana so beli kado Natal yang usi Nita dengan bu Rio bilang, ka bolong? Kita pe mama so beli kemarian!
Grace : Kita tara tau. Tapi kita pe mama bilang sabantar baru ta pe mama beli.
Sofi : Oh iya …. Besok torang dua duduk sama-sama e ….!
Usi Nita : Ade-ade karna skarang so sore, jadi ade-ade dong pulang sudah. Lalu ba siap untuk besok torang pe Natal.
Bu Rio : Ingatang besok datang fruk. Lalu jang lupa bawa kado Natal e …. OK?
Usi & Bu: Slamat sore ade-ade!
Anak-anak: Slamat sore bu, slamat sore usi.

---------- SUASANA RUMAH ----------

Mama : Tasya …. Grace …. mari …. Mama so beli dong pe kado ni ….!
Capat sadiki, sbab mama ada mo pigi lagi …!
Tasya & : Ini Grace punya .. Ini Tasya punya (sambil memberi kado masing-masing). Jaga Grace ini bae-bae, jang sampe rusak. Mama pigi dulu e….!
(sambil mencium pipi keduanya dan kemudian pergi).

-------------- ketika mama pergi Tasya kembali beraksi ---------------

Tasya : E …. Anak pungut, kase ngana pe kado kamari. Ngana kira mama beli pa ngana ka…?
Grace : Jangan Tasya, tadi kan mama so bilang pa tong dua to!
Tasya : Tara pake. Itu kita punya dua-dua, mama kan beli pake mama pe uang, berarti sama saja itu kita pe uang, bukan ngana pe uang. Kase kamari! (sambil merampas dari tangannya).
Grace : (ke kamar sambil menangis, memandang foto papa dan mamanya).
Mama …. Papa …. Kiapa kong dong musti dong kase tinggal Ge sendiri. Dong tara sayang pa Ge to ….? Di sini mama dengan papa juga sayang pa Ge, tapi Tasya tarada, dia paling binci pa Ge.
(Berdoa: “Tuhan Yesus skarang Ge tara punya apa-apa untuk mo kase pa Tuhan Yesus besok di Natal. Ge juga tara punya uang untuk mo beli kado Natal itu. Skarang Ge berdoa minta Tuhan Yesus mo kaseh damai sejahtera pa Tasya, supaya Tasya bisa sayang pa Ge sadikit saja. Amin”.

Narator : Kini tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua anak. Mereka begitu riang menantikan acara yang akan segera dimulai. Namun Sofi masih bingung karena sahabatnya belum datang.

Sofi : Tasya, Ge mana? Kita so taru tampa duduk untuk dia ni...., kanapa ngana tara datang deng dia?
Tasya : Ngana tanya-tanya pa dia biking apa, ngana kira kita ini dia pe baby sister ka … dia pe pembantu.
Sofi : He, jang marah … kita kan cuma Tanya
Uni Nita : Ade-ade skarang torang mo mulai. Usi minta semua duduk manis.
Bu Rio : Nah …. ade-ade, skarang torang mo kaseh kado Natal untuk Tuhan Yesus, semua maju deng tertib lalu taru di bawah pohon Natal
(satu per satu anak-anak maju dengan teratur menaruh kadonya di bawah pohon Natal, ketika hampir semua anak selesai muncullah Grace dengan membawa karton di tangannya menuju ke pohon Natal).
Tasya : (sambil berbisik pada Sofi).
E …. Biking apa anak itu di muka sana? Ngana pe tamang so gila kaapa?
Grace : (meletakkan karton, bertelut dan berdoa, “Tuhan Yesus Ge tara punya kado untukTuhan Yesus, tapi ini Ge pe hidup, Ge mo kaseh sepenuhnya untuk Tuhan Yesus. Amin. Lalu masuk dalam karton).

--------------- Lagu O Holly Night -------------------

Tasya : (maju ke Grace dan mengangkatnya dari karton). Ge skarang kita so sadar, kita mo minta maaf, kita tau bahwa Ge paling sayang pa kita, dan skarang kita mo bilang kita sayang pe Ge (berpelukan dan menangis).
Grace : Trima kasih Tuhan Yesus karena ini kado terindah yang Tuhan Yesus kaseh pa Ge.

Narator : Impian Grace untuk memberikan kado Natal bagi Tuhan Yesus terwujud sudah. Hidupnya diberikan sebagai kado yang paling indah. Tuhan Yesus juga menjawab doanya dengan memberikan damai sejahtera bagi Grace lewat kasih sayang yang didapati dari papa, mama, teman-teman, pengasuh, dan khususnya dari Tasya.












DAMAI DI TAPAL BATAS

Dunia dalam bayang-bayang kekelaman
Manusia terbuai dalam lembah nista nikmatnya birahi
Hati keras membantu ….Menebar kedengkian kepada sesama
Tak ada lagi kasih yang tersapa ….
Kelam ….Tanpa batas di ujung sana ….
Hilang …. Dihempas ganasnya keangkuhan jiwa ….
Yang ada hanyalah kedengkian Kesombongan…. Keserakahan
Yang terdengar hanyalah jeritan kematian ….
Hidup secara hampa tak bermakna

Sejenak tertegun dalam kehampaan ….
Meresap pada kedalaman sukma nan bersih
Seakan berbisik di tengah keheningan ….
Terdengar kata mengundang tanya sejumlah makna…
Masih adakah waktu tuk mengubah segalanya?
Mungkinkah damai itu kan kembali?
Akankah kasih itu akan terjalin lagi?

Tuhan …. Kini kami kembali …. dengan sadar ….
Bukan kenikmatan yang kami cari
Bukan kejayaan yang kami nanti
Bukan …. Oh …. bukan ….
Bukan itu yang kami damba ….
Tuhan …. Hanya ini yang kami harap
Sedetik terang menepis nokhta hidup bercela
Damai …. Kasih …. Sukacita ….
Semuanya kan didapati lagi.

Kini ….
Jalan damai telah terbentang ….
Menanti di tapal batas ….
Tersenyum … menggeliat manja dalam pelukan lampin ….
Seakan ingin berkata : ….
“Damai Sejahtera di Bumi di Antara Manusia”.


LAGU NATAl
DI BALIK JERUJI

Dunia berpacu dengan musik hidup yang mengalun indah
Mengelilingi dinamika alam nan syahdu
Memancarkan charisma keindahan hati
Ku terpaku merenung kekuatan Ilahi
Ada getaran di dalam kalbu seakan tersayat
Menatap suasana bumi yang semakin derita oleh amukan dosa di zaman ini
Sejuta makna ingin ku ucapkan dalam khayal dan harap
Seakan terpancar kekuatan lain dalam harapku

Di tengah deru dunia yang menggelora
Terdiam bagaikan batu di tepi pantai
Yang dihempas oleh omba-ombak derita

Di balik jeruji ini, dia menatap tembok-tembok reruntuhan hati
Pedih …. Perih … dia merintih sunyi
Terali-terali yang berdiri kokoh
Membuat dia tak terusik oleh indahnya dunia di luar sana
Yang hidup tanpa terali-terali.

Malam kudus …. Malam kudus ….
Natal datang di balik terali
Mungkinkah dia sang pemilik jeruji itu
Merasakan natal yang berlagu damai itu
Terali-terali itu bukan penghalang baginya
Tanpa dia sadari terdengar lagu natal
Walaupun di balik jeruji.










CAHAYA SANG ANAK DOMBA

Gita cerita merajut hidup
Merasuk sukma tiada terbilang
Hati menyapa resah tak berujung
Yang ada hanya lamunan gelap teriring sepi
Ya! Fenomena hidup penuh kalbu

Ketika …. Insan menatap dunia dengan kejam
Tiada harap ‘kan sebuah kedamaian
Yang ada hanya benci …. Amarah dan dendam
Tangan-tangan manusia penuh dengan pilar-pilar dosa
Oh …. Adakah jawab dari sebuah pertanyaan?
Yang ada hanya ratap tangis gelisah …Khawatir akan hidup

Namun …. Ketika mata ini menengadah jauh
Ada cahaya mengabadi memberi arti dalam gelap dan ketakutan
Ya ! Cahaya Sang Anak Domba
Memberi harap akan cinta dan cita
Memberi harap akan damai dan sejahtera

Kini …. Ada senyum mengabadi di balik wajaj
Karena Dia …. Bumi berdamai sejahtera
Manusia kembali menunduk muka karena malu pada Sang Pencipta
Malu akan dunia yang rusak dan berdosa.

Kini ….
Angkatlah tekad membangun diri
Karena Dia Sang Anak Domba
Memberi hidup yang penuh arti
Ada damai …. Ada sejahtera
Karena Dia …. Sang Pemberi Damai dan Sejahtera di antara manusia.

JEMARI-JEMARI KASIH

Ketika bumi semakin menepi di batas waktu ….
Ketika hari semakin bergayut menapak ke batas usia ….
Ketika dunia semakin bergairah dalam kubang Lumpur dosa..
Ketika aku …. Semakin betah hidup di rawa-rawa ….
Kekuatiran serta kekeringan bergandengan tangan merasuk kalbuku
Dari balik kalbu …. Hati ini merintih
Hidupku hampa ….Jiwaku kering ….
Apakah ada segenggam damai bagiku???

Tapi, ketika malam telan cahaya
Kudengar isak tangisan seorang bayi
Bayi mungil yang lahir dari sebuah kandang yang
Papah ….Hina ….Kotor ….
Tapi ….
Apakah kau tahu ….???
Tangisan-Nya memberi damai bagiku
Senyuman kecilnya menghadirkan nada di hatiku
Rona wajah kasihnya ….
Seakan-akan bertakhta di singgasana hatiku
Sungguh ….
Diriku berhutang kelahiran-Nya!!!!

Dia datang ….ketika aku jatuh …
Dia hadir ….ketika aku mulai memudar dalam kasihku
Tapi ….
Dia lahir ….
Membawa damai bagi dunia!!!!

Kini ….
Kudengar lonceng-lonceng natal berbunyi lagi
Aku kembali tak tahu ….
Bahasa apa yang dapat aku gunakan untuk berterima kasih kepada-Nya
Tuhanku dan sahabatku terbaik????

Bagai benih tetumbuhan yang tidur di musin dingin
Di bawah selimut timbunan salju ….
Hatiku terlena dalam buaian mimpi semi
Tiba-tiba … aku tersentak kaget
Bangun dari sebuah mimpi …. Hadiah tidur panjang

Kini ….
Jiwaku bersuka ….
Tawa itu hadir lagi ….
Senyuman ini kembali lagi ….
Sebuah senyuman dari potret masa laluku yang lusuh!!!!
Semuanya tlah berubah
Kau tahu? …itu karena Dia ….
Bayi mungil itu !!!!

Jiwa ini seakan berkata ….
Slamat datang Tuhanku ….
Slamat datang Juruslamatku ….
Slamat datang Sahabatku terbaik
Skarang …. Ku tlah mengerti sgalanya ….
Jemari itu …. Adalah jemari-jemari kasih.












DI ANTARA DERITA DAN KASIH

Tembok-tembok kehidupan terkunci kini
Angkara murka meresap dalam sanubari
Sanubari insani tak ternoda
Derita merajuk hati
Akibat merasa di sakiti
Hatipun diam membisu
Jantungpun berdenyut
Disekat rasa takut mendalam
Di antara dilema derita nestapa

Kini .. tembok-tembok kehidupan terbuka lagi
Di sini … dalam relung hati ini
Semangat baru terlahir sudah
Tekadpun terukir lagi
Guna merangkul derita di dalam kasih
Kasih …. Genggaman hati
Kasih …. Di rajuk kini
Kasih …. Ada sukacita dan harapan

Kasih ….dirasakan di sini
Di sini ….disaat Natal bergema
Bahagia merangkul hati
Derita tercoret hilang
Hempasan pergi bersama derita
Harapan terkuaklah sudah
Menyatu dalam tekad dan kasih

Saat ini ….teguh dada ini ku tegakan
Lalu bibir pucat rindu bernada
Kristus datang ….
Kristus lahir ….
Sekat-sekat jiwa tertata rapi
Tembok-tembok kehidupan teratur
Membawa senyuman indah
Di hatiku, hatimu dan kita semua
Itulah Natal di antara derita dan kasih.



ADAKAH NATAL UNTUKKU?

Kutatap purnama yang merajai mega
Memancar sinar di malam belam
Kuraih kembali tiap lembaran yang kulewati
Entalah ….
Aku hanya ingin menariknya kembali

Kutatap purnma yang merajai mega
Terlintas di sana sosok seorang dara
Mengecap hidup di dunia nikmat
Melewati hari dengan rasa salah
Namun tak mampu menolak gairah
Hingga …. Menjadi bagian hidupnya, dan …. Ya!
Itulah hidupnya ….

Kutatap purna yang merajai mega
Masih terlintas di sana sosok seorang dara
Dan ….itulah sososk diriku!
Aku masih termenung serta nurani bertanya ….
Apakah ini jalan yang kupilih?
Sampai kapan aku memuaskan gairah itu?
Sampai kapan ku hidup di lembah kelam?
Bila Pribadi yang diutus telah hadir membawa damai
Adalah Natal yang penuh damai untukku?
Ataukah harus kutunggu hingga satu purnama lagi?

Masih kutatap purnama yang merajai mega
Yang memberiku arti
Bila malam ini berlalu dan besok ku gapai
Hanya ada satu asa terpatri
Kan kuraih damai itu.





Doa Anis di Malam Natal
Sebuah Refleksi Keluarga

Tuhan Yesus, ini suara Anis yang datang berbicara dan bercerita lewat doa pada-Mu di malam Natal ini. Tuhan Yesus, Anis masih bingung, kenapa setiap jelang Natal setiap orang bicara damai. Anis belum begitu mengerti makna dari kata damai, soalnya Tuhan Yesus lihat sendiri dalam rumah kami.
Pada tiap hari memegang botol minuman keras, dan ketika teller papa berubah menjadi Jeet Lee. Siapa saja dipukul, ditendang dan apa saja rusak karena ulah papa. Mama hampir tiap hari diundang dan mengundang teman-teman mama untuk main kartu pakai rupiah, kalau sudah berkumpul dengan teman-teman, maka berbuah menjadi Charlota, suka bicarakan kebusukan orang lailn sampai-sampai mama lupa memasak. Ka Andre sekarang sudah banyak berubah dan kadang menjadi Van Damme (baca Van Dem). Lubang di tubuh ka Andre mulai banyak. Lubang hidung sudah tiga, telinga empat dan bibir juga dilubangi serta ditaruh anting-anting, tiap hari ka Andre suka berkelahi biar cepat top katanya, sampai-sampai tubuh ka Andre prnah dilubangi dengan keris oleh musuhnya tapi tidak pernah tobat hingga kini, lain lagi dengan ka Lisa yang kini mirip Agnes Monika. Ke mana-mana pusar ka Lisa yang ada anting itu tidak pernah ditutupi kain. Ka Lisa suka ambil uang mama tanpa bilang duluan, bahkan pulang rumah nanti dini hari. Tuhan Yesus dari tadi Anis hanya bicara dan bercerita tentang mereka, padahal Anis juga sekarang sudah mulai ikut kelakukan Sinchan. Anis sudah mulai membantah ucapan orang tua dan semua orang. Anis juga sudah mulai memaki. Namun setelah Anis pikir-pikir itu semua salah.
Tuhan Yesus sekarang Anis sendiri di rumah. Papa, mama, ka Andre, dan ka Lisa setelah pulang dari gereja tadi, Anis tidak tahu mereka ke mana. Mulanya mereka ajak Anis ke gereja untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus di kandang di bawah mimbar yang dibuat oleh pemuda gereja. Setelah selesai gereja, mereka menghilang sehingga Anis pulang sendirian dan akhirnya masuk lewat jendela kamar Anis.
Tuhan Yesus, melalui doa ini Anis memohon kiranya Tuhan Yesus mau lahir di rumah ini, karena rumah ini juga adalah kandang, tiap hari penghuni rumah ini saling memanggil dengan sapaan binatang, padahal kami manusia yang punya nama.
Tuhan Yesus lahirlah di rumah kami sehingga papa tidak lagi mabuk dan jadi Jee Lee, mama tak lagi berjudi dan jadi Charlota, ka Andre tak lagi jadi Van Damme (Van Dem), ka Lisa tak lagi jadi Agnes Monika serta Anis tak lagi jadi Sinchan melainkan menjadi orang tua dan anak-anak yang baik sehingga damai yang biasa orang bicarakan ketika Natal bisa ada di rumah kami, dan kami bisa membawa damai itu ke semua orang.
Terima kasih Tuhan Yesus !!!Amin
By Ater Tjaya
































ADVEN, NATAL DAN EPIFANIA
Memasuki bulan-bulan yang berakhir dengan suku kata ‘ber’, maka pikiran kita akan tertuju bahwa natal Yesus sudah dekat. Rasanya baru saja kita merayakan natal di tahun kemarin, kok sekarang sudah ada natal lagi. Begitulah waktu terus berjalan dengan konsistensinya. Kesibukkan, membuat kita luput menghitung dan atau kurang memperhatikan jalan sang waktu. Sehingga tanpa terasa kita telah memasuki bulan Desember, itu berarti kita mulai memasuki masa-masa persiapan/penantian akan perayaan kelahiran Yesus Kristus yang dikenal dengan masa raya Adven. Di tahun 2006, adven I jatuh pada tanggal 3 Desember.
Secara historis ada tiga perayaan tahunan yang kita kenal yaitu: Pasakah, Pentakosta dan Natal. Perayaan Paskah dan Pentakosta berasal dari tradisi Yahudi. Perayaan Natal 25 Desember berasal dari tardisi Romawi. Sedangkan perayaan Epifania dan Adven berasal dari tradisi Mesir lalu berkembang ke Spanyol.
Rasyid dalam bukunya Hari Raya Liturgi menjelaskan bahwa perayaan adven dimulai di Spanyol dan Gallia. Pada konsili di Saragossa Spanyol (380) diputuskan bahwa umat wajib mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Epifania (= penampakan diri, kedatangan) yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Jadi masa-masa penantian itu dimulai sejak tanggal 17 Desember hingga 6 Januari. Dan pada masa-masa penantian semua umat diharuskan tetap ke gereja, tidak boleh absent. Kemudian pada abad ke 5, persiapan Epifania dilakukan selama 40 hari sejak tanggal 11 November hingga 6 Januari.
Walaupun semula gereja Reformasi tidak membawa perubahan dalam keempat Minggu Adven, namun lambat laun gereja Reformasi mengikuti kebiasaan gereja Roma. Dengan perhitungan Minggu Adven pertama dimulai pada empat minggu sebelum 25 Desember. Jadi Minggu Adven ke-4 adalah hari minggu terakhir sebelum 25 Desember. Menurut catatan sejarah sebagaimana disentil oleh Abineno dalam bukunya Pemberitaan Firman Pada Hari-hari Raya Gerejani, ada jemaat yang hanya satu minggu merayakan advent, misalnya Jemaat Yerusalem; ada yang merayakan dua minggu, misalnya jemaat di Suria; ada jemaat yang merayakan tiga minggu, misalnya jemaat Yakobit; ada yang empat minggu misalnya jemaat Kopt di Mesir dan separuh jemaat Yakobit merayakan advent selama lima minggu; ada yang enam minggu misalnya liturgia Milano dan Mozarabia dan ada pula yang merayakannya selama tujuh minggu misalnya jemaat di Armenia. Pada intinya semua usaha yang dilakukan oleh jemaat-jemaat tersebut adalah untuk mempersiapkan perayaan natal dengan suatu waktu Puasa. Dan Puasa itu kalau dapat selama 40 hari. Persiapan menyongsong kelahiran Yesus Kristus ini mirip dengan persiapan Paskah yakni minggu-minggu sengsara.
Bagaimana dengan perayaan Natal dan Epifania ? Menurut Rasid,
Natal dirayakan bukan hanya satu-dua hari, tetapi selama beberapa pekan, sehingga disebut masa raya Natal. Masa raya Natal berlangsung dari minggu-minggu Adven selama empat Minggu. Adven dimulai antara 27 November dan 3 Desember. Lalu Natal dirayakan pada tanggal 24 dan 25 Desember, dan terakhir adalah Epifania pada tanggal 6 Januari. Sepekan setelah Natal, diperingati sebagai hari Yesus disunat yang disebut oktav Natal, yakni sepekan (oktav: delapan) setelah 25 Desember. Oktav Natal jatuh pada tanggal 1 Januari; itulah sebabnya gereja mengadakan kebaktian 1 Januari, bertepatan dengan Tahun Baru menurut kalender Gregorian.
Epifania, sebenarnya berasal dari perayaan musim salju di Mesir yang dirayakan pada tanggal 6 Januari. Praktek ini muncul jauh sebelum kelahiran Kristus. Kemudian hari, gereja Mesir menjadikan tanggal tersebut sebagai perayaan kelahiran (natal) Yesus Kristus.Hingga kini, gereja-gereja Timur merayakan hari raya Epifania dengan meriah; bahkan lebih meriah ketimbang Natal 25 Desember. Gereja-gereja Barat memang merayakan Epifania 6 Januari, namun kemeriahannya telah habis untuk perayaanNatal; bahkan banyak gereja Reformasi sama sekali tidak memperingati Epifania.
Biasanya tema yang sering dikhotbahkan dalam masa raya Advent dan masa raya Natal tersebut berkisar tentang kedatanga raja damai yang membawa Damai Sejahtera (syalom) bagi seluruh umat manusia. Karena itu tidak mengherankan bila tema natal yang digunakan oleh gereja-gereja di Indonesia saat ini adalah “… Dialah damai sejahtera, yang telah mempersaatukan….” (Efesus 2:14 b). Temaini masih tetap penting dan relevan dengan situasi kita saat ini. Sebab bila kita perhatikan dalam kenyataan hidup sekarang, memang ada banyak orang yang pandai bicara tentang damai dan kasih sayang, pandai bicara tentang keadilan dan kebenaran, pandai bicara tentang kebaikan dan pengampunan dan pandai bicara tentang kemurahan hati. Tetapi coba perhatikan laku mereka, yang ada hanya kebencian dan dendam, ketidakadilan dan dusta, serta pelit dan kikirnya minta ampun. Tema damai terus menerus dikhotbahkan dalam minggu adven dan natal; namun realitas kita menunjukan bahwa kita hidup dalam dunia yang tidak damai. Kita terlalu gampang minta dikasihi tapi alangkah susahnya kita mengasihi. Kita terlalu gampang berkoar-koar tentang damai tetapi kita susah membawa damai bagi orang lain. Syaloom adalah anugerah Tuhan kepada manusia, karena itu harus diwujudkan dalam hidup kita dan hidup bersama orang lain.
Sehubungan dengan kata Syaloom , menurut I.Y.Panggalo, dalam jurnal INTIM seri no 2 Mei 1996, telah direduksi maknanya menjadi sapaan yang biasa-biasa saja. Karena itu, kitapun jadi latah, dalam setiap pertemuan-pertemuan gerejani, KKR, sambutan-sambutan dan pidato-pidato politik, kita dengar kata Syaloom diobral murah di sana. Pemimpin menyerukan Syaloom, dan kita secara bersama membalas Syaloom. Padahal dalam Alkitab, kata Syaloom tidak dipakai sebagai jawaban salam, seperti kita ucapkan selamat pagi dan orang membalas selamat pagi. Sebab Damai Sejahtera (Syaloom) itu tidak berasal dari dunia atau manusia, tetapi Damai Sejahtera itu diberikan oleh Allah kepada manusia lewat Yesus Kristus. Sehingga dalam tradisi gereja ucapan Salam Sejahtera atas kamu (Syaloom), adalah bahasa liturgis, bahasa ritus dan bukan bahasa ceremonial, apalagi bahasa politik.
Bila kita perhatikan perayaan minggu Adven dan Natal di gereja-gereja Reformasi, telah dicampur adukan sedemikian rupa, sehingga kita sulit lagi membedakan mana perayaan Adven dan mana perayaan Natal. Malahan sepertinya orang berlomba-lomba siapa yang paling lebih dahulu merayakan Natal. Oleh karena itu sejak tanggal 1 Desember sudah ada yang merayakan Natal. Makanya sejak tanggal 1 Desember sampai tanggal 25 Desember, hampir setiap malam kita menyaksikan dan atau turut merayakan Natal. Oleh karena itu perayaan minggu-minggi adven, tidak membawa makna apa-apa bagi kehidupan beriman orang percaya. Padahal waktu-waktu persiapan itu manfaatnya sangat besar bila dipakai dan dihayati secara baik; artinya adven diperingati tidak hanya mengenang masa lalu (kelahiran Yesus Kristus) tapi juga bagaimana kita mempersiapkan kehidupan kita menyambut kedatangan Yesus pada kali kedua (parusia) yang kita tidak tahu kapan waktu dan saat itu tiba. Saya sependapat dengan Rasid, agar Adven tidak kehilangan maknanya, maka sebaiknyanya perayaan Natal tidak dirayakan sebelum tanggal 24 Desember (malam) dan 25 Desember. Selamat memasuki masaraya Advent dan Natal. Tuhan memberkati kita semua.

7 komentar:

  1. thanks tulisan kotbahnya uat else.gimana ya caranya memperoleh kedamaian iu?l66

    BalasHapus
  2. Terpujilah engkau ya Tuhan atas segala kasih yang telah kami terima dariMU kiranya Engkau selalu hidup di dalam hatiku,penyelamatku karena pengampunanmu atas dosa2ku.amin

    BalasHapus
  3. o ia salam kenal untuk semua sdra2 seiman yg telah mnulis khotbah2 yg indah di blok ini.

    BalasHapus
  4. Hi....!! blogx kerent...!! saya cuman mau ngasih saran........!! kolok boleh isi blogx sesui namax....!! Halmaheramayawa...!!berati beritax/ isix klu boleh ada unsur budayax, mkin ada sedikit tapi saya tidak membaca secara detail, mukin tapi kerent, maju anak2 halut, Oya..pangil Petu boy, aku juga sorang anak Halut, mantan Anak smansa juga almuni 2006, aku kan jga px blog tentang budayaa halut, tapi pemahaman budaya halut keseluruhan ngk ada kukuasai jadi, boleh minta infox...!!!?? kunjungi blogku..!! http://www.ngalpetuboy.blogspot.com/ kunjui yaCh..?? mkasih...!!

    BalasHapus
  5. maaf lama tidak ngeblog gara2 sibuk kuliah.
    @Petu Boy: Halmahera Manyawa artinya org Halmahera bukan berarti isi blog nya soal budaya. tp usul brother kayaknya patut dipertimbangkan... nanti saya lihat dulu soal budaya Halmahera Utara. pasti sy balas kunjungan ke blog nya brather... ^_^

    BalasHapus
  6. hello Wonkkito, pa kabar... salam kenal yaaa...
    salamnya nanti saya sampaikan ke org2nya.. mereka semua udah pada di jemaat di pedalaman... saat buat khotbah2 ini status mereka mahasiswa hehehee... ^_^
    sukses yaaaaa....

    BalasHapus